BAYI SUNGSANG HIDUP

Pada tahun 1992 saya melahirkan anak pertama saya melaui operasi Caesar karena bayi saya sungsang. Pada bulan januari 1994, saya dan suami saya lahir baru di gereja ini, dan selama Seminar Terobosan bulan januari, saya berkata kepada Tuhan bahwa saya tidak ingin melahirkan dengan menjalani operasi Caesar lagi.

Ketika saya hamil lagi, saya menolak untuk minum obat apa pun, dan saya terus mengurapi diri saya dengan minyak urapan setiap pagi, siang dan malam.

Ketika tiba waktunya untuk melahirkan, saya mendaftarkan diri di rumah sakit dan ketika diperiksa, mereka memberitahukan kepada saya bahwa bayi saya sungsang. Lalu, ROH KUDUS berbicara dalam hati saya untuk pergi dan menemui Uskup David Oyedepo. Saya bertemu dengan uskup, ia menumpangkan tangan atas saya dan memerintahkan agar bayi tersebut kembali keposisi semula.

Pada hari kelahiran, saya memutuskan untuk tidak ke rumah sakit. Sebaliknya, saya pergi kerumah sakit iman, dimana mereka tidak mempergunakan obat-obatan. Dokternya masih memastikan bahwa bayinya sungsang. Tetapi, saya percaya bahwa saya telah meninggalkan dokter-dokter duniawi untuk berlari kepada Dokter Surgawi, dan ia tidak akan mengecewakan saya.

Ketika bayi tersebut keluar, ia keluar dengan pantat dan bahu dahulu. Karena saya tidak mengetahui implikasinya, saya percaya saja bahwa saya tidak akan mengalami masalah apapun. Kontraksi terus berlangsung dan kaki bayi saya keluar. Ketika tiba pada leher, kontraksi berhenti, saya tidak dapat mendorong lagi. Kakinya di luar tetapi lehernya masih di dalam.

Lalu saya teringat janji Tuhan akan kekuatan dalam Yesaya 41:10. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya membutuhkan kekuatan sekarang. Lalu saya mendorong dan kepalanya keluar. Bayi saya keluar dengan keletihan, dan tidak dapat menangis. Saya berkat, “Saya tidak akan meninggalkan tempat ini sambil menangis. Anak inilah yang akan meninggalkan tempat ini menangis dan saya akan keluar dari tempat ini sambil tertawa.”

Saya ingat uskup pernah berkat bahwa ketika kita diperhadapkan dengan iblis, kita harus menunjukan tanda terima kita kepadanya-Darah Yesus. Jadi, saya mulai mendeklarasikan darah Yesus atas anak ini.

Wanita yang ikut terlibat dalam proses kelahiran ini terus memperkatan janji Tuhan, meminta Tuhan agar menghembuskan nafasNya atas anak ini. Puji Tuhan, dua jam kemudian anak ini menangis !” Bayi sungsang itu pun hidup.

-Odulfolunrin,R.(ny)

-Nigeria, Canaan Land Chucrh, Gereja Terbesar di Afrika dengan 50.000 tempat duduk.

-Uskup David O. Oyedepo

Banyak mujizat terjadi didalam gereja / pelayanan yang di gembalakan oleh Uskup David O. Oyedepo ini bahkan orang mati pun dibangkitkan !, Tuhan bekerja secara luar biasa, dulu sekarang kuasaNya tetap sama “DASYAT” tidak pernah berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: