BABI HARAM SIAPA BILANG……..??Loe kali gue enggak…

Di indonesia daging babi adalah daging yang paling tabu atau haram untuk dikonsumsi oleh kaum muslim, dengan alasan karena nabi Muhammad melarang hal tersebut dan hal itu sangat ditaati oleh kaum muslim, bagi orang-orang non muslim daging babi tidak haram, justru enak yang ada, jadi sebagian muslim ada juga yang ngiri kali he…., tapi setau gue advent juga gak makan daging babi karena emang mereka tidak makan daging.

Daging babi banyak digunakan untuk masakan chinesse food, menado (“apa sih yang gak mereka makan, kucing aja dimakan….gue punya tulisan bagus nih buat yang suka makan segala jenis hewan…..menado bertobat”), batak, bali dll.

Informasi ini pasti berguna deh bagi semua kalangan, semua ras, semua agama, semua suku, semua bangsa, pokoknya semua yang namanya manusia cipataan Tuhan dan yang hidup di bumi and peduli sama kesehatan tubuhnya.

Ternyata bukan hanya babi saja yang haram tapi ada juga yang lainnya, mau tau……………………

Makanlah hewan yang haya diciptakan atau dirancang sebagai makanan. Hindari hewan yang tidak dirancang sebagai makanan.

HEWAN BERSIH / HALAL / CLEAN

Hewan darat yang diberikan sebagai makanan harus sepenuhnya berkuku belah dan memamah biak.

Mereka harus memenuhi kedua syarat tesebut.

Oleh karena itu, yang termasuk hewan darat yang “bersih”, meliputi :

Ø  Rusa                                                                      Domba

Ø  Lembu                                                                  Kambing

Ø  Sapi

Untuk unggas, kebanyakan mereka dianggap bersih, meliputi ;

Ø  Ayam                                                                    Kalkun

Ø  Bebek                                                                   Angsa

Ø  Merpati                                                                Burung Puyuh

Ø  Coot                                                                      Pigeon

Ikan dianjurkan harus memiliki sisik dan sirip, meliputi (ttp tdk terbatas hanya pada ini saja) :

Ø  Salmon                                                                 Ikan Merah                                                         Tuna

Ø  Cod                                                                        Belanak                                                                Mackerel

Ø  Kakap                                                                    Halibut                                                                  Bawal

Ø  Ikan Mas                                                              Kerapu                                                                 Sebelah

Ikan yang besih harus memiliki sisik dan sirip. Tiram, lobster, dan shellfish (kerang-kerangan) yang lainnya berada dalam daftar terlarang karena mereka adalah pembawa penyakit, terutama di dalam iklim panas.

Serangga tertentu dianggap bersih jika mereka bersyap, melompat-lompat, dan memiliki empat kaki utama. Yang termasuk serangga bersih adalah :

Ø  Belalang

Ø  Kumbang

Ø  Jangkrik

Beberapa hewan yang dianggap tidak bersih meliputi : unta, coney, kelinci, dan babi. Hewan lain yang tidak bersih adalah tupai, beruang, kuda, kucing dan anjing.  Imamat 11 :4-8 “tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah; unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah;haram itu bagimu. Juga, Pelanduk……………..;haram itu bagimu. Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidk berkuku belah; haram itu bagimu; Demikian juga babi hutan (quran pun melarang), memang berkuku belah,……tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatan-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.” Perhatikan seekor hewan tidak harus pemakan bangkai untuk menjadi kotor. Kuda dan kelinci, mis : kotor karena tidak berkuku belah. Kuda sering mengandung virus dan parasit. Kelinci adalah penyebab tularemia pada manusia.

Mengapa Tuhan melarang kita memakan hewan tertentu ? Apakah yang menjadi perbedaan antar hewan bersih dan hewan tidak bersih ?

Perbedaanya terletak pada sumber makanan utama mereka dan sistem pencernaan mereka. Pemakan bangkai yang memakan apa saja dan segala sesuatu oleh karena itu dikategorikan “tidak bersih”. Hewan yang dikategorikan atau dianggap “bersih” adalah  hewan yang  sumber makanan utamanya baik , terutama makanannya adalah rumput dan padi-padian.

Shellfish (kerang-kerangan) telah dikenal akan kemampuan mereka untuk membersihkan air yang telah terkontaminasi infeksi virus cholera. Udang, tiram, kepiting, scallop, dan remis menyaring air dalam volume yang besar setiap hari. Limbah yang bermuatan zat-zat kimia, racun dan bakteri yang membahayakan, parasit, dan virus menjadi terkonsentrasi di dalam kerang-kerangan tersebut. Sekali kerang-kerangan sudah membuat air yang terkontaminasi menjadi murni, janganlah sekali-kali makan kerang-kerangan tersebut ! Memakan ini akan membuat kita memiliki sumber toksin dan zat-zat penyebab infeksi dalam konsentrasi yang tinggi.

Tampaknya, ketika Tuhan menciptakan bumi ini, ia mempersiapkan ekosistem yang sempurna dan seimbang, menjadikannya sebagai tampat tinggal yang nyaman, bersih bagi umat manusia yang dikasihi-Nya ini. Beberapa hewan jelas-jelas dirancang untuk memurnikan / membersihkan lingkungan manusia. Kerang -kerangan ditujukan untuk member manusia air yang murni/bersih. Pemakan bangkai ditujukan untuk memakan bangkai-bangkai hewan yang sudah mati senhingga mereka tidak menyebarkan penyakit. Ketika manusia memakan makanan-makanan tersebut yang dirancang dengan tujuan lain ini, ia melanggar garis batas hokum alam dan mencemari diri mereka sendiri dan orang – orang lain dengan penyakit – pernyakit yang seharusnya tidak perlu.

Kenapa sapi dan ikan yang bersirip dan bersisik, termasuk hewan bersih dan boleh dikonsumsi ?

Daging sapi mengandung protein, zat besi, zink dan vitamin B6 dan B12, juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini penting untuk kehidupan, dan  memberikan perlindungan sangat baik terhadap penyakit pembuluh darah.

Keuntungan lainnya adalah karena hewan bersih ini makan sayuran dan biji-bijian yang diciptakan untuk makanan. Sistem pencernaan dari hewan-hewan bersih ini sangat penting. Misalnya, perut seekor sapi terdiri dari empat kantung untuk memamah biak dengan beberapa bakteri yang membantu untuk mencerna rumput dan biji-bijian. Bakteri ini bersaing untuk makanan, mendesak bakteri yang merusak, virus dan parasit. Mereka juga memusnahkan banyak toksin sebelum sampai ke daging sapi.

Sistem pencernaan yang seperti ini membuat daging sapi penuh dengan zat-zat gizi yang sudah dimurnikan. Proses memamah biak yang sehat ini membuat deposit asam lemak omega-3 ke dalam daging. Asam lemak ini melindungi orang yang memakannya dari efek trigliserida atau kolesterol yang bebahaya.

Suatu rancangan yang hebat!! ( apakah anda setuju ?)

Asam lemak omega-3 sangat penting bagi kesehatan karena ia menghancurkan plague arteri dan gumpalan pembuluh darah. Mereka juga memperlambat penjalaran kanker payudara, merendahkan tekanan darah dan menyembuhkan inflamasi pada pasien rematoid arthritis (radang sendi). Hal ini sangat menguntungkan karena mereka juga banyak didapat dalam ikan yang bersisik dan bersirip, ayam dan hewan bersih lainnya.

Ingat cerita-cerita mengenai ikan tuna yang terkontaminasi merkuri ?  Cerita itu membuat beberapa orang menjadi takut memakan ikan yang berasal dari lautan terbuka. Bagian dalam cerita itu, yang tidak temasuk dalam “ketakutan” ini adalah bahwa ikan-ikan ini juga mengandung zat-zat ALKILGLISEROL yang mengangkat / membersihkan merkuri dari tubuh ikan-ikan ini.

Ketika kita memakan ikan-ikan ini, ALKILGLISEROL juga mengangkat merkuri dari tubuh kita. Ingatlah bahwa ini semua adalah karena ikan ini bersirip dan bersisik ( hewan bersih ) yang memang dirancang Tuhan untuk dimakan manusia, sehingga meskipun ikan ini ada dalam situasi lingkungan yang berbahaya, Tuhan telah mempersiapkan penangkalnya, dalam hal ini, adalah  ALKILGLISEROL tersebut. Daging hewan yang bersih ini juga merupakan sumber protein yang lengkap.

BAHAYA DAGING BABI.

Yesus, sebagai seorang yang lahir dan takluk kepada hukum taurat, (Galatia 4:4) tidak makan daging babi. Dia menggunakan babi sebagai tempat pembuangan iblis, mengusir setan dan membasmi babi (matius 8:28-32). Kejadian ini terjadi setelah berminggu-minggu menyembuhkan berbagai penyakit.

Salah satu alasan mangapa Tuhan melarang babi adalah karena sistem pencernaanya berbeda dengan sapi. Babi sangat lahap, tidak tahu kapan berhenti makan. Asam di perut menjadi encer karena besarnya jumlah makanan yang dimakan, sehingga membiarkan banyak macam hewan kecil melewati batas perlindungannya. Parasit, virus dan toksin dapat sampai ke daging babi karena makan berlebihan. Toksim dan zat penyebab infeksi dapat berpindah kepada manusia ketika mereka memakan daging babi.

Gambar

Dalam toilet rumah orang-orang Yahudi di Jerusalem, tidak ditemukan parasit atau zat-zat penyebab infeksi, tetapi hanya serat dari buah-buahan, sayuran dan ramuan (herb) yang telah mereka makan. Studi yang sama yang dilakukan pada toilet orang-orang Mesir ditemukan adanya telur dari Schistosoma, Trichinella, cacing kawat dan cacing pita, yang semuanya terdapat dalam daging babi. Organisme ini menyebabkan penyakit kronis.

Gambar

Orang yang bekerja di peternakan babi dan yang makan dagingnya positif terdapat parasit ini. Gejala-gejala primer dari infeksi ini meliputi sakit otot, sakit kepala, demam dan pembengkakan kaki dan tangan.

Sebagai tambahan, memelihara babi adalah risiko. Di suatu daerah pemeliharaan babi, pekerjanya harus memakai sarung tangan, masker dan pakaian perlindungan ketika bekerja dalam kandang babi. Pekerja-pekerja tersebut diharuskan mandi setiap hari sebelum pulang. (Wow……sampai segitunya yach, klo di Indonesia dan Negara asia sih boro-boro……, karena kurangnya pengetahuan kali yah…)

Tidak mengherankan bahwa Tuhan memberi ilham kepada para nabi untuk memasukan  daging babi sebagai salah satu makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh manusia.

(bukan hanya di agama islam saja daging babi dilarang tapi di bible / alkitab pun dilarang, sekarang terserah anda mau tetap mengkonsumsi daging “pat kai” tersebut atau memilih hidup sehat, daging “pat kai” emang enak, gurih dan paling banyak dipakai dalam masakan chinesse food dan gue juga doyan, tapi sekarang sudah mulai dikurangi… soalnya ngeri sih mengandung cacing kawat dan cacing pita dan kalau melihat fungsinya babi itu sebagai vacum cleaner nya bumi alias pembersih bumi, huih….baik untuk difikirkan …)

Posting by :  andreasjonatan.wordpress.com

Sumber :

  • alkitab.
  • buku “rahasia umur panjang” by dr.Elizabeth Subrata.

3 Comments »

  1. Opa Yat Said:

    1. Semua daging kalau tidak dimasak pasti mengandung cacing
    2. Makanan di warung apakah dijamin bersih?
    3. coba teliti lebih lanjut, usia harapan hidup masyarakat. Apakah di derah yang mayoritas makan daging babi atau di daerah yang mengharamkan daging babi.
    4. Kalau Anda pake dalil Alkitab Imamat 11; coba juga Anda baca Kisah Para Rasul 11

    • Anything about Live Said:

      thx… opa buat komentarnya, memang benar semua daging klo tdk dimasak pasti mengandung cacing, itu mah pasti, cuman masalahnya menurut penelitian dokter dan Pendeta yang juga seorang dokter khotbah di gereja saya, daging babi walaupun dimasak tetap cacing nya gak mati……apalagi klo dimasaknya tidak benar, dan mengandung lemak yang berbahaya bagi tubuh…..tapi kesimpulannya sih dikembalikan kembali kepada kita, karna Tuhan memberikan hak bebas untuk memilih…..jadi pilihan ada pada manusia. GBU


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: